GARAM & HIPERTENSI

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi.

Namun kenapa seseorang yang menderita hipertensi harus mengurangi mengkonsumsi garam???apa sebenarnya yang membuat garam dapat meningkatkan tekanan darah???

 

Garam dalam jumlah yang normal memang diperlukan tubuh untuk menahan cairan agar ketika dalam cuaca panas atau selepas berolahraga, tubuh dapat mengeluarkan keringat. Namun, dalam kasus lain jika garam yang dikonsumsi berlebihan, ginjal yang bertugas untuk mengolah garam akan menahan cairan lebih banyak daripada yang seharusnya di dalam tubuh.

Konsumsi garam berlebih membuat pembuluh darah pada ginjal menyempit dan menahan aliran darah. Untuk itulah ginjal memproduksi hormon Renin dan Angiostenin agar pembuluh darah utama mengeluarkan tekanan darah yang besar sehingga pembuluh darah pada ginjal bisa mengalirkan darah seperti biasanya.

Tekanan darah yang besar dan kuat ini menyebabkan seseorang menderita hipertensi tipe sekunder, yakni hipertensi yang disebabkan oleh masalah di bagian tubuh lainnya, dalam hal ini ginjal. Konsumsi garam per hari yang dianjurkan adalah sebesar 1500-2000 mg atau setara dengan satu sendok teh.

Menurut penelitian Garam sangat erat dengan hipertensi. Setengah sendok teh garam saja bisa menaikkan tekanan sistolik naik sebesar 5 poin dan tekanan diastolik naik 3 poin.

Pakar kesehatan sepakat untuk memberikan rekomendasi penggunaan garamberdasarkan usia, yaitu sebagai berikut:

  1. 0-6 bulan 1 gram
  2. 7-12 bulan 1 gram
  3. 1-3 tahun 2 gram
  4. 4-6 tahun 3 gram (setengah sendok teh)
  5. 7-10 tahun 5 gram
  6. 11-14 tahun 6 gram
  7. Dewasa 6 gram (satu sendok teh).

Perlu diingat bahwa sebagian orang sensitif terhadap garam sehingga mengonsumsi garam sedikit saja akan menaikkan tekanan darah. Membatasi konsumsi garam sejak dini akan membebaskan Anda dari hipertensi, penyakit ginjal, dan tentu saja penyakit jantung koroner.

POLA HIDUP BERSIH dan SEHAT

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

2. Memberi ASI ekslusif

3. Menimbang balita setiap bulan

4. Menggunakan air bersih

5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

6. Menggunakan jamban sehat

7. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu

8. Makan buah dan sayur setiap hari

9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari

10. Tidak merokok di dalam rumah

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III

  1. A.    PENDAHULUAN

Kehamilan Trimester III adalah kehamilan  pada usia 29-42 minggu atau 7-10 bulan.Deteksi dini gejala dan tanda bahaya selama kehamilan merupakan upaya terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan yang serius terhadap kehamilan atau keselamatan ibu hamil.Apabila tanda-tanda bahaya tersebut tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu (Asrinah,2010).

 

  1. B.     TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III
  1. Perdarahan Pervaginam

Perdarahan antepartum/perdarahan pada kehamilan lanjut adalah perdarahan pada trimester dalam kehamilan sampai bayi dilahirkan(Pantiawati,2010).

Pada Kehamilan usia lanjut,perdarahan yang tidak normal adalah merah,banyak dan kadang-kadang tapi tidak selalu disertai dengan rasa nyeri (Asrinah,2010).

  1. Sakit Kepala yang Berat

Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan,dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.Sakit kepala yang serius adalah sakit kepala yang hebat yang menetap dan tidak hilang setelah beristirahat.Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut ibu mungkin merasa penglihatannya kabur atau berbayang.Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsi (Sulistyawati,2009).

  1. Penglihatan Kabur

Akibat pengaruh hormonal,ketajaman penglihatan dapat berubah dalam kehamilan.Perubahan ringan (minor) adalah normal.Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak,misalnya pandangan kabur dan berbayang.Perubahan ini mungkin disertai sakit kepala yang hebat dan mungkin menandakan pre-eklampsia (Pantiawati,2010)

  1. Bengkak di Wajah dan Jari-jari Tangan

Pada saat kehamilan,hampir seluruh ibu hamil mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan hilang setelah beristirahat dengan meninggikan kaki.Bengkak bisa menunjukan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan,tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik yang lain[1].Hal ini dapat pertanda anemia,gagal jantung atau pre-eklampsia (Sulistyawati,2009)

  1. Keluar Cairan per Vagina

Keluarnya cairan berupa air-air dari vagina pada trimester III[2].Ibu harus dapat membedakan antara urine dengan air ketuban.Jika keluarnya cairan ibu tidak terasa,berbau amis dan berwarna putih keruh,berarti yang keluar adalah air ketuban.Jika kehamilan belum cukup bulan,hati-hati akan adanya persalinan preterm (< 37 minggu) dan komplikasi infeksi intrapartum (Sulistyawati,2009).

  1. Gerakan Janin Tidak Terasa

Normalnya ibu mulai merasakan gerakan janinnya selama bulan ke-5 atau ke-6,beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal.Jika bayi tidur gerakan bayi akan melemah.Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring untuk beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.Bayi harus bergerak 3x dalam 1 jam[3] atau minimal 10x dalam 24 jam.Jika kurang dari itu,maka waspada akan adanya gangguan janin dalam rahim,misalnya asfiksia janin sampai kematian janin (Sulistyawati,2009)

  1. Nyeri Perut yang Hebat

Sebelumnya harus dibedakan nyeri yang dirasakan adalah bukan his seperti pada persalian.Pada kehamilan lanjut,jika ibu merasakan nyeri yang hebat,tidak berhenti setelah beristirahat,disertai tanda-tanda syok yang membuat keadaan umum ibu makin lama makin memburuk dan disertai perdarahan yang tidak sesuai dengan beratnya syok,maka kita harus waspada akan kemungkinan terjadinya solusio placenta (Sulistyawati,2009).

Nyeri perut yang hebat bisa berarti apendiksitis,kehamilan etopik,aborsi,penyakit radang pelviks,persalinan preterm,gastritis,penyakit kantong empedu,iritasi uterus,abrupsi placenta,infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya (Asrinah,2009)

 


[1] Asrinah,dkk.2010.Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan.Yogyakarta:Graha Ilmu (hal 154)

[2] Pantiawati,Ika.2010.Asuhan Kebidanan I (Kehamilan).Yogjakarta:Nuha Medika (hal 139)

[3] Asrinah,dkk.2010.Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan.Yogyakarta:Graha Ilmu (hal 154)

 

Piagam Ottawa

Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan
Konferensi Internasional Pertama Promosi Kesehatan,Ottawa, 21 November 1986

Konferensi Internasional pertama pada Promosi Kesehatan, bertemu di Ottawa ini hari ke-21 November 1986, dengan ini menyajikan PIAGAM yang berisi tindakan untuk mencapai Kesehatan Semua orang pada tahun 2000 dan seterusnya.

Piagam Ottawa:
1. Promosi Kesehatan
2. Arti Tindakan Promosi Kesehatan
3. Komitmen untuk Promosi Kesehatan
4. Panggilan untuk Aksi Internasional
5. Lambang Promosi Kesehatan

Konferensi ini merupakan respons utama terhadap ekspektasi yang berkembang untuk gerakan kesehatan publik baru di seluruh dunia. Diskusi difokuskan pada kebutuhan di negara industri, tetapi
memperhitungkan kekhawatiran keuangan serupa di semua daerah lain. Ini dibangun di atas kemajuan yang dibuat melalui Deklarasi Puskesmas di Alma-Ata, dimana target dari Organisasi Kesehatan Dunia yaitu untuk semua dokumen kesehatan, dan perdebatan terakhir di Majelis Kesehatan Dunia pada
lintas sektoral aksi untuk kesehatan.

Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan adalah proses yang memungkinkan orang untuk meningkatkan kontrol dan untuk meningkatkan kesehatan mereka. Untuk mencapai keadaan fisik, kesejahteraan mental dan sosial sebuah individu atau kelompok harus mampu mengidentifikasi dan mewujudkan aspirasi, untuk memenuhi kebutuhan, dan untuk mengubah atau mengatasi lingkungan.Oleh karena itu, kesehatan dipandang sebagai sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan Tujuan hidup. Kesehatan merupakan konsep positif untuk menekan sumber daya pribadi dan sosial serta kapasitas fisik. Oleh karena itu, promosi kesehatan bukan hanya tanggung jawab di sektor kesehatan, tetapi melampaui gaya hidup sehat untuk kesejahteraan.

Prasyarat untuk Kesehatan

Kondisi fundamental dan sumber daya untuk kesehatan adalah:
• perdamaian,
• tempat tinggal,
• pendidikan,
• makanan,
• pendapatan,
• Kestabilan ekosistem
• sumber daya yang berkelanjutan
• keadilan sosial, dan ekuitas.

Peningkatan dalam kesehatan memerlukan sebuah landasan dalam prasyarat dasar ini.

Pengacara

Kesehatan yang baik adalah sumber daya utama untuk pembangunan sosial, ekonomi dan pribadi dan
penting dimensi kualitas hidup. Politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan,faktor perilaku dan biologis bisa mendukung semua kesehatan atau membahayakan itu. Promosi kesehatan ini bertujuan untuk membuat kondisi yang menguntungkan melalui advokasi untuk kesehatan.

Kemungkinan

Promosi kesehatan berfokus pada pencapaian ekuitas dalam kesehatan.Tindakan promosi kesehatan bertujuan mengurangi perbedaan status kesehatan saat ini dan memastikan kesempatan dan sumber daya untuk memungkinkan semua orang untuk mencapai potensi sepenuhnya kesehatan mereka. Ini termasuk landasan aman di lingkungan yang mendukung, akses ke kecakapan hidup informasi, dan kesempatan untuk membuat pilihan kesehatan. Orang tidak dapat mencapai potensi penuh kesehatan mereka kecuali mengendalikan hal-hal yang menentukan kesehatan mereka. Ini berlaku untuk wanita
dan laki-laki.

Menengahi
Prasyarat dan prospek untuk kesehatan tidak dapat dipastikan oleh sektor kesehatan saja. Lebih
penting lagi, promosi kesehatan menuntut tindakan koordinasi dari semua pihak:oleh pemerintah,kesehatan sosial dan ekonomi lainnya, dengan swadaya masyarakat dan sukarela
organisasi,otoritas lokal industri dan media. Orang-orang di semua lapisan masyarakat terlibat sebagai individu, keluarga dan masyarakat. Profesional dan kelompok sosial dan kesehatan individu memiliki tanggung jawab utama untuk memediasi kepentingan yang berbeda dalam masyarakat untuk
mengejar kesehatan.

Strategi promosi kesehatan dan program harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan kemungkinan masing-masing negara dan wilayah untuk memperhitungkan perbedaan sosial, budaya
dan sistem ekonomi.

Arti Tindakan Promosi Kesehatan:

Membangun Kebijakan Kesehatan Publik

Promosi kesehatan melampaui perawatan kesehatan. Ini menempatkan kesehatan pada agenda dari pembuat kebijakan di semua sektor dan di semua tingkatan, mengarahkan mereka untuk menyadari konsekuensi kesehatan mereka,keputusan dan menerima tanggung jawab mereka untuk kesehatan.

Kebijakan promosi kesehatan menggabungkan berbagai pendekatan namun saling melengkapi termasuk perundang-undangan, kebijakan fiskal, perpajakan dan perubahan organisasi. Hal ini dikoordinasikan tindakan yang mengarah pada kebijakan kesehatan, penghasilan dan sosial yang mendorong pemerataan. Aksi bersama memberikan kontribusi untuk memastikan barang lebih aman dan sehat dan layanan, pelayanan umum sehat, dan bersih serta kenyamanan lingkungan lainnya.

Kebijakan promosi kesehatan memerlukan identifikasi hambatan untuk adopsi kebijakan kesehatan publik di sektor non-kesehatan, dan cara menghapusnya. Tujuannya membuat pilihan sehat pilihan dan mudah bagi para pembuat kebijakan.

Buat Lingkungan yang mendukung

Masyarakat kita yang kompleks dan saling terkait. Kesehatan tidak dapat dipisahkan dari tujuan lain. Itu Hubungan yang tak terpisahkan antara orang dan lingkungan mereka merupakan dasar untuk pendekatan sosioekologi kesehatan. Prinsip keseluruhan bagi dunia, negara, daerah dan masyarakat adalah sama,yaitu perlu untuk mendorong timbal balik pemeliharaan – untuk menjaga satu sama lain, masyarakat dan lingkungan alam kita. Konservasi sumber daya alam seluruh dunia harus ditekankan sebagai tanggung jawab global.

Perubahan pola hidup, pekerjaan dan liburan memiliki dampak signifikan pada kesehatan. Bekerja dan liburan seharusnya menjadi sumber kesehatan bagi manusia. Cara masyarakat mengatur kerja harus membantu menciptakan masyarakat yang sehat. Promosi kesehatan menghasilkan hidup dan kondisi kerja yang aman, merangsang, memuaskan dan menyenangkan.

Sistematis penilaian kesehatan merupakan dampak lingkungan yang cepat berubah – terutama di bidang teknologi, pekerjaan, produksi energi dan urbanisasi itu sangat penting dan harus diikuti oleh tindakan untuk memastikan manfaat positif bagi kesehatan masyarakat. Perlindungan terhadap alam dan pembangunan lingkungan dan konservasi sumber daya alam harus ditangani dalam setiap strategi promosi kesehatan.

Memperkuat Komunitas Aksi

Promosi kesehatan bekerja melalui aksi konkret dan efektif dari masyrakat dalam menetapkan prioritas,membuat keputusan, merencanakan strategi dan menerapkannya untuk mencapai kesehatan yang lebih baik. Inti dari proses ini adalah pemberdayaan komunitas,kepemilikan mereka dan mencoba mengontrol diri dan nasib mereka.
Pengembangan masyarakat mengacu pada sumber daya manusia dan material yang ada di masyarakat untuk meningkatkan swadaya dan dukungan sosial, dan untuk mengembangkan sistem fleksibel untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam dan arah masalah kesehatan. Hal ini memerlukan akses komunikasi secara terus menerus, kesempatan belajar bagi kesehatan, serta dukungan pendanaan.

Mengembangkan Keterampilan Pribadi

Promosi kesehatan mendukung pengembangan pribadi dan sosial melalui penyediaan informasi, pendidikan untuk kesehatan, dan meningkatkan keterampilan hidup. Dengan melakukan hal itu,meningkatkan pilihan yang tersedia kepada orang-orang untuk latihan lebih mengontrol kesehatan mereka sendiri dan atas lingkungan mereka, dan untuk membuat pilihan kondusif untuk kesehatan.

Memungkinkan orang untuk belajar sepanjang hidup, untuk mempersiapkan diri bagi semua kemungkinan dan mengatasi penyakit kronis dan cedera adalah penting. Ini harus menjadi fasilitasi di sekolah, rumah,tempat kerja dan masyarakat. Aksi diperlukan melalui pendidikan, profesional,komersial dan badan sukarelawan, dan dalam institusi itu sendiri.

Merubah Arah Pelayanan Kesehatan

Tanggung jawab untuk promosi kesehatan dalam pelayanan kesehatan dibagi di antara individu,kelompok masyarakat, kesehatan profesional, lembaga pelayanan kesehatan dan pemerintah.

Mereka harus bekerja sama menuju sistem perawatan kesehatan yang memberikan kontribusi untuk mencapai kesehatan.Peranan sektor kesehatan harus meningkatkan bimbingan dalam promosi kesehatan, diluar tanggung jawabnya untuk menyediakan layanan klinis dan kuratif. Pelayanan kesehatan harus mencakup pulamandat yang diperluas yang sensitif dan menghormati budaya. Mandat ini harus mendukung kebutuhan individu dan masyarakat untuk hidup sehat, dan saluran terbuka antara sektor kesehatan dan sosial yang lebih luas, politik, ekonomi dan komponen lingkungan fisik.

Reorientasi pelayanan kesehatan juga memerlukan perhatian yang lebih kuat untuk penelitian kesehatan serta perubahan dalam pendidikan profesional dan pelatihan. Ini pasti menyebabkan perubahan sikap dan organisasi pelayanan kesehatan yang tidak fokus pada total kebutuhan individu secara keseluruhan.

Beranjak ke Masa Depan

Kesehatan diciptakan dan dijalani oleh orang-orang dalam pengaturan kehidupan sehari-hari mereka, di mana mereka belajar, bekerja, bermain dan mencintai. Kesehatan diciptakan dengan merawat diri sendiri dan orang lain, dengan dapat mengambil keputusan dan memiliki kontrol atas keadaan hidup seseorang, dan dengan memastikan bahwa masyarakat itu hidup satu kali dan menciptakan kondisi yang memungkinkan pencapaian kesehatan oleh semua anggotanya.

Peduli, holisme dan ekologi adalah isu-isu penting dalam mengembangkan strategi untuk promosi kesehatan.Oleh karena itu, mereka yang terlibat harus mengambil sebagai prinsip bahwa, dalam setiap tahapan perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi kegiatan promosi kesehatan, wanita dan pria harus
menjadi mitra sejajar.

Komitmen untuk Promosi Kesehatan

Janji Para Peserta dalam Konferensi:
• untuk pindah ke kebijakan publik yang sehat, dan untuk menganjurkan politik yang jelas
komitmen terhadap kesehatan dan ekuitas di semua sektor;
• untuk melawan tekanan terhadap produk berbahaya, penipisan sumber daya, hidup yang tidak sehat kondisi dan lingkungan, dan gizi buruk, dan untuk memusatkan perhatian pada isu-isu kesehatan masyarakat seperti polusi, bahaya kerja, perumahan dan permukiman;
• untuk merespon kesenjangan kesehatan di dalam dan antar masyarakat, dan untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam kesehatan yang dihasilkan oleh peraturan dan praktik dari masyarakat;
• untuk mengakui rakyat sebagai sumber daya kesehatan utama; untuk mendukung dan memungkinkan mereka untuk menjaga diri, keluarga dan teman-teman sehat melalui sarana keuangan dan lainnya, dan untuk menerima masyarakat sebagai suara penting dalam hal kesehatan, kondisi hidup dan kesejahteraan;
• untuk reorientasi pelayanan kesehatan dan sumber daya mereka terhadap promosi kesehatan, dan untuk berbagi kekuasaan dengan sektor lain, disiplin lain dan yang paling penting, dengan diri mereka sendiri.
• untuk mengenali kesehatan dan pemeliharaannya sebagai investasi sosial yang besar dan tantangan, dan untuk mengatasi masalah ekologi secara keseluruhan dalam kehidupan kita.

Konferensi ini mendesak semua pihak terkait untuk bergabung dengan mereka dalam komitmen mereka untuk aliansi kesehatan public yang kuat.

Panggilan untuk Aksi Internasional

Piagam Ottawa:
1. Promosi Kesehatan
2. Arti Tindakan Promosi Kesehatan
3. Komitmen untuk Promosi Kesehatan
4. Panggilan untuk Aksi Internasional
5. Lambang Promosi Kesehatan

Konferensi ini meminta Organisasi Kesehatan Dunia dan organisasi internasional lainnya untuk mengadvokasi promosi kesehatan di semua forum yang sesuai dan mendukung negara-negara menyiapkan strategi dan program untuk promosi kesehatan.

Konferensi ini sangat yakin bahwa jika semua orang di lapisan masyarakat, non pemerintah dan organisasi sukarela, pemerintah, Organisasi Kesehatan Dunia dan semua badan lainnya yang bersangkutan bergabung dalam memperkenalkan strategi untuk promosi kesehatan, sejalan dengan moral dan nilai-nilai sosial yang membentuk dasar sesuai Piagam ini,maka kesehatan untuk semua orng pada tahun 2000 akan menjadi kenyataan.

Lambang Promosi Kesehatan

Penjelasan singkat dari logo yang digunakan oleh WHO sejak Konferensi Internasional Pertama tentang Promosi Kesehatan diadakan di Ottawa, Kanada, pada tahun 1986. Pemilihan elemen dari logo tersebut digunakan untuk memberikan penjelasan khusus dari suatu bagian atau untuk memudahkan pemahaman dari penjelasan yang ada.

Logo ini telah dibuat untuk Konferensi Internasional Pertama tentang Promosi Kesehatan yang diadakan di Ottawa, Kanada, pada tahun 1986. Pada konferensi itu, Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan diluncurkan. Sejak itu, WHO menetetapkan simbol ini sebagai logo Promosi Kesehatan (HP logo), seperti pendekatan promosi kesehatan yang dituangkan dalam Piagam Ottawa.

Logo ini merupakan lingkaran dengan 3 sayap. Ini mencakup lima area aksi utama dalam Promosi Kesehatan (membangun kebijakan publik yang sehat, menciptakan lingkungan yang mendukung bagi kesehatan, memperkuat aksi masyarakat untuk kesehatan, mengembangkan keterampilan pribadi, dan re-orientasi pelayanan kesehatan) dan tiga dasar strategi HP (untuk mengaktifkan, memediasi, dan advokat).

Elemen grafis utama logo HP adalah:

a. satu di luar lingkaran,
b. satu putaran titik dalam lingkaran, dan
c. tiga sayap yang berasal dari tempat ini dalam, salah satunya adalah melanggar lingkaran luar.
a) lingkaran luar, dengan warna merah, mewakili tujuan “Membangun Kebijakan Kesehatan Publik”, karena itu melambangkan kebutuhan akan kebijakan untuk “memegang sesuatu bersama-sama”. Lingkaran ini meliputi tiga sayap, melambangkan kebutuhan untuk mengatasi semua bidang tindakan lima kunci dari promosi kesehatan diidentifikasi dalam Piagam Ottawa secara terpadu dan saling melengkapi.
b) tempat putaran dalam lingkaran singkatan tiga strategi dasar untuk promosi kesehatan, “memungkinkan, mediasi, dan advokasi”, yang diperlukan dan diterapkan ke semua tindakan dalam bidang promosi kesehatan. (Definisi lengkap dari istilah-istilah ini dapat ditemukan di Glosarium Promosi Kesehatan, WHO/HPR/HEP/98.1)
c) mewakili tiga sayap (dan mengandung kata-kata)lima kunci untuk promosi kesehatan yang diidentifikasi dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan pada tahun 1986 dan adalah menegaskan kembali dalam Deklarasi Jakarta pada Promosi Kesehatan Memimpin ke abad ke-21 tahun 1997 .

Lebih spesifik:

• sayap atas yang melanggar lingkaran menyatakan bahwa tindakan yang diperlukan untuk “memperkuat aksi masyarakat” dan “mengembangkan keterampilan pribadi”. Sayap ini adalah melanggar lingkaran melambangkan bahwa masyarakat dan komunitas serta individu selalu berubah dan, karena itu, lingkup kebijakan harus terus-menerus bereaksi dan mengembangkan untuk mencerminkan perubahan ini: sebuah “Kebijakan Publik Sehat” diperlukan;
• sayap tengah di sisi kanan menyatakan bahwa tindakan yang diperlukan untuk “menciptakan lingkungan yang mendukung bagi kesehatan”
• sayap bawah merupakan tindakan yang diperlukan untuk “reorientasi pelayanan kesehatan” terhadap pencegahan penyakit dan promosi kesehatan.

Secara keseluruhan, logo memvisualisasikan ide bahwa Promosi Kesehatan adalah, komprehensif multi-strategi pendekatan. Promosi Kesehatan berlaku beragam strategi dan metode secara terpadu – salah satu prasyarat “untuk Promosi Kesehatan menjadi efektif” (Deklarasi Jakarta 1997). Promosi Kesehatan membahas area aksi utama yang diidentifikasi dalam Piagam Ottawa secara terpadu dan koheren.

Istilah Promosi Kesehatan (HP) pada masa kini sering digunakan sebagai setara Pendidikan Kesehatan (HE). Tapi Pendidikan Kesehatan merupakan salah satu dari beberapa komponen kunci dan daerah tindakan promosi kesehatan seperti yang digambarkan oleh logo HP (lihat area tindakan kunci dari “mengembangkan keterampilan pribadi”).

Logo Promosi Kesehatan dan pendekatan diperkuat di konferensi kedua dan ketiga pada Promosi Kesehatan yang berlangsung di Sundsvall dan di Adelaide.

Dalam Konferensi Internasional Keempat tentang Promosi Kesehatan, yang digelar di Jakarta, Indonesia, pada bulan Juli 1997, desain logo Ottawa sedikit dimodifikasi untuk mencerminkan budaya dan suasana negara tuan rumah konferensi, membuat yakin bahwa bentuk dan elemen dari logo asli yang diawetkan, bersama dengan makna dalamnya.

Logo Konferensi Jakarta adalah versi yang lebih terbuka dan sedikit lebih abstrak dari logo promosi kesehatan yang asli dari Ottawa. Tiga sayap, yang sekarang di berwarna merah bata, masih merupakan tindakan utama dalam bidang promosi kesehatan. Lingkaran luar dan tempat yang dalam dari logo Ottawa digabung ke tempat biru yang unik dari tempat tiga sayap berasal. Ini masih melambangkan bahwa promosi kesehatan tetap pada aksinya dengan pendekatan multi-strategis terintegrasi. Secara keseluruhan, desain logo Promosi Kesehatan disesuaikan untuk Konferensi di Jakarta lebih terbuka dan meriah, semua sayap sekarang mencapai keluar dari lingkaran. Hal ini, visualisasi fakta bahwa bidang promosi kesehatan telah tumbuh dan berkembang, dan bahwa hari ini dan di masa depan promosi kesehatan mencapai lebih dari target untuk pemain baru dan mitra, di semua lapisan masyarakat, dari lokal ke tingkat global.

HIV/AIDS

  1. A.    PENDAHULUAN

Di Indonesia saat ini banyak penyakit HIV/AIDS beredar,dikarenakan zaman yang sudah semakin maju akibat globlisasi dunia.Apalagi remaja masa kini,yang selalu mengikuti tingkah laku orang barat.Seperti halnya penyakit HIV/AIDS yang sudah merajalela di kalangan remaja khususnya,yang dikarenakan akibat daripada pergaulan bebas.Pergaulan bebas inilah yang akan mengakibatkan seseorang dapat terkena HIV/AIDS.

  1. B.     MATERI
    1. 1.      Pengertian HIV/AIDS

Menurut Prawiroharjo (2009),Acquired Immunodeficiency  Syndrome (AIDS) adalah syndrome dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker tertentu akibat menurunnya system kekebalan tubuh oleh infeksi human Immunodeficienchy Virus (HIV).Virus ini cenderung menyerang system kekebalan tubuh.[1]

 

  1. 2.      Perbedaan Penderita HIV dan Penderita AIDS

Penderita HIV positif adalah seorang yang tertular virus HIV, Nampak sehat tanpa gejala penyakit apapun, tetapi dapat menularkan virus AIDS kepada orang lain.

Penderita AIDS adalah seseorang yang menunjukkan gejala dari sekumpulan penyakit, setelah sekian waktu terinfeksi HIV. Biasanya timbul antara 5-10 tahun setelah tertular HIV (Maryunani,2009)[2]

  1. 3.      Gejala-gejala infeksi HIV

Terdapat 4 satdium penyakit AIDS, yaitu :

  1. Stadium awal infeksi HIV, gejala-gejalanya :

1)      Demam

2)      Kelelahan

3)      Nyeri sendi

4)      Pembesaran kelenjar getah bening (di leher, ketiak, lipatan paha) gejala-gejala ini menyerupai influenza/monokleosis.

  1. Stadium tanpa gejala

Stadium di mana penderita tampak sehat, namun dapat merupakan sumber penularan infeksi HIV.

  1. Stadium ARC (AIDS Related Complex) dengan gejala :

1)      Demam > 38 derajat Celsius secara berkala/terus-menerus.

2)      Menurunnya berat badan lebih dari 10% dalam waktu 3 bulan.

3)      Pembesaran kelenjar getah bening.

4)      Diare/mencret yang berkala/terus-menerus dalam waktu yang lama (lebih dari 1 bulan) tanpa sebab yang jelas.

5)      Kelemahan tubuh yang menurunkan aktivitas fisik.

6)      Keringat malam.

  1. Stadium AIDS, gejala-gejalanya :

1)      Gejala klinis utama yaitu terdapatnya kanker kulit yang disebut sarkoma Kaposi (tampak bercak merah kebiruan di kulit)

2)      Kanker kelenjar getah bening.

3)      Infeksi penyakit penyerta, misalnya : peneumonia yang disebabakan oleh pneumocystiscarinii, TBC)

4)      Peradangan otak/selaput otak (Depkes, 2003).[3]

  1. 4.      Penularan HIV/AIDS

Penularan HIV (Human Immundeficiency Virus) bisa terjadi akibat hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HIV,tercermar oleh darahnya,tranfusi darah yang mengandung HIV atau memakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi HIV.Adanya HIV dalam tubuh akan menyebabkan berkurangnya kekebalan tubuh atau hilang sama sekali sehingga akan mempermudah penyakit-penyakit lain penyerang tubuh yang lemah.Kumpulan dari gejala-gejala penyakit itulah disebut dengan AIDS (Acquired Immunodeficienchy  Syndrome)

Terdapat 3 cara penulatran HIV, yaitu :

  1. Sebagian besar melalui hubungan seksual, baik homo seksual maupun heteroseksual.
  2. Melalui darah, misalnya tansfusi darah yang terinfeksi HIV, atau melalui jarum suntik, alat tindik/tato/akupuntur yang terkontaminasi/tidak steril.
  3. Melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya. Penularan HIV ke bayi bisa terjadi sebelum, sewaktu atau setelah dilahirkan (Rahmawati, 2011).

Virus HIV tidak ditularkan melalui :

  1. Kontak/hubungan sosial sehari-hari, seperti jabat tangan, mencium atau bersentuhan dengan pengidap HIV/AIDS.
  2. Hidup serumah dengan pengidap HIV/AIDS (asalkan tidak mengadakan hubungan seksual).
  3. Penggunaan wc, kamar mandi, kolam renang bersama.
  4. Penggunaan gagang telpon secara umum, alat makan atau minum.
  5. Bersentuhan dengan pakaian dan barang-barang lain milik penderita.
  6. Bersin atau batuk.
  7. Gigitan nyamuk (Rahmawati,2011)[4]
  1. 5.      Cara Pencegahan HIV/AIDS

Hubungan seksual yang aman adalah hubungan seks yang bertanggung jawab yang mencakup :

  1. Mengetahui pasangan seks,
  2. Mempunyai hubungan komunikasi yang terbuka yang memungkinkan pasangan untuk mendiskusikan status kesehatan terakhir,
  3. Membatasi jumlah pasangan seks,
  4. Menghindari kontak seksual dengan penggunaan obat terlarang,
  5. Menggunakan kondom yang tepat (Potter,2005).

[1] Prawiroharjo,Sarwono.2009.Ilmu Kebidanan.Jakarta:PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo;932-933

[2] Maryunani,Anik.2009.Pencegahan dan Penularan HIV Dari Ibu Ke Bayi.Jakarta:TIM;hal 24

[3] Maryunani,Anik.2009.Pencegahan dan Penularan HIV Dari Ibu Ke Bayi.Jakarta:TIM;30-31

[4] Rahmawati, Eni Nur.2011.Ilmu Praktis Kebidanan.Surabaya:Victory Inti Cipta:hal 37